derapjambi.com_batanghari -Semarak tradisi selalu mewarnai Kabupaten Batang Hari. Grebeg Suro edisi ke-VIII yang digelar di Kelurahan Sridadi, Kecamatan Muara Bulian, resmi dibuka secara khidmat dan meriah. Acra tersebut diawali dengan pawai panjang yang bergerak dari ujung Pasar Baru hingga ke panggung kehormatan di Simpang Lapangan Sridadi yang diikuti oleh ribuan warga yang memadati sepanjang rute dan lapangan utama.Selasa (16/06)
Berbagai komunitas dan paguyuban masyarakat dari beragam daerah di Indonesia yang bermukim di Kabupaten Batang Hari turut ambil bagian dengan menampilkan ragam budaya nusantara. Tak hanya itu, penampilan marching band dari sejumlah SD dan SMP di Kabupaten Batang Hari juga sukses menyedot perhatian masyarakat setempat.
Di acara tersebut turut hadir dan duduk santai di atas panggung kehormatan seperti.Sekretaris Daerah Kabupaten Batang Hari, M.P. Rambe, yang hadir mewakili Bupati Batang Hari M. Fadhil Arief, Ibuk Zulfa Fadhil dan juga beberapa pejabat lain nya juga ikut mereka memberikan apresiasi atas terselenggaranya Tradisi Grebek Suro yang telah menjadi agenda tahunan masyarakat Sridadi.
Terlihat keceriaan parah Masyarakat sridadi dan sekitarnya terlibat jelas,namun keceriaan tersebut juga terlihat ada kekecewaan yang mendalam.Kenapa tidak Masyarakat berharap di acara penting tersebut yang hadir adalah Bapak Gubernur Jambi dan juga Bapak Bupati Batanghari hari tapi yang datang setiap tahun bukan nya mereka tetapi hanya wakil dan diwakili saja.
Beberapa Masyarakat mengatakan ” Memang kami sangat bangga dengan ada nya acara grebek suro ini, kami mengadakan nya setiap tahun.Namun kami juga sangat kecewa dengan ketidak hadiran para petinggi yang kami cintai.
“Seperti Bapak Gubernur Jambi sudah empat kali kami undang namun yang datang bukan nya beliau tetapi cuma wakilnya saja, juga di Batanghari hari bupati yang kami cintai yang kami undang tapi yang datang cuma perwakilannya saja.
“Itulah yang membuat kami Masyarakat kecewa.Tapi kalau pada saat akan di adakan pemilihan mereka bahkan tampa di undang pun datang sendiri. Kami bukan untuk mereka menyumbang untuk acara ini atau memberikan hadiah-hadiah lain nya kami cuma berharap lain kalin Gubernur dan Bupati lansung datang untuk tahun yang akan datang,bukan cuma datang pada saat mereka mau pemilihan saja.
“Tapi kami tetap semangat dan bersyukur walaupun setiap tahun dihadir oleh perwakilan saja acara grebek suro ini tetap meria dan berjalan sukses,”Ujar beberapa Masyarakat.
Tempat terpisah Ketua LPM kelurahan Sridadi Pak Nahrowi mengatakan”Acara Festival Grebeg Suro ini diselenggarakan selama 10 hari kedepan.Saya menilai budaya seperti ini harus dipertahankan untuk merajut silahturahmi dan mengingatkan kepada regenerasi bangs dengan mengedepankan gotong royong dan kebersamaan.
“Pelaksanaan Festival Grebeg Suro ini merupakan tradisi etnis Jawa yang dilestarikan warga Sridadi, dan untuk di provinsi Jambi hanya kelurahan Sridadi yang membudayakannya setiap tahunnya.
“Acara ini juga ada semangat gotong royong, swadaya, dan kekompakan warga menjadi kunci tradisi ini tetap terlaksana setiap tahun. Saya juga mengucapkan terima kasih kepada panitia dan masyarakat yang telah bekerja keras menyukseskan kegiatan ini. Semoga tradisi seperti ini terus berjalan dan memberikan manfaat bagi masyarakat,” Terang Ketua LPM Sridadi Nahrowi (gune)


