derapjambi.com_batanghari – Masyarakat Kelurahan Sridadi, Kecamatan Muara Bulian, Kabupaten Batang Hari, Provinsi Jambi, menggelar upacara tradisi Grebeg Suro, yang terus bertahan dan menjadi bagian dari budaya warga setempat.
Memasuki tahun ke-8 pelaksanaannya, kegiatan ini tidak hanya menjadi perayaan menyambut Tahun Baru Islam 1 Muharram 1448 Hijriah, tetapi juga menjadi wadah untuk mempererat kebersamaan warga.
Sekretaris Daerah (Sekda) Kabupaten Batang Hari Mula P. Rambe di Muaro Bulian, Selasa, menyampaikan apresiasi konsistensi masyarakat Sridadi dalam mempertahankan tradisi tersebut.
“Grebeg Suro ini memiliki dua nilai penting, yakni bagaimana kita meningkatkan ketakwaan dalam memperingati Tahun Baru Islam serta meningkatkan partisipasi masyarakat dalam melestarikan budaya yang sudah ada,” katanya.
Ia menjelaskan, kegiatan tersebut menjadi pengingat bagi masyarakat untuk meningkatkan ketakwaan sekaligus menjaga nilai budaya yang telah diwariskan oleh para leluhur.
Sekda menilai keberhasilan pelaksanaan Grebeg Suro tidak terlepas dari peran aktif masyarakat yang secara bersama-sama menjaga keberlangsungan kegiatan.
Semangat gotong royong, swadaya, dan kekompakan warga menjadi kunci tradisi ini tetap terlaksana setiap tahun.
“Atas nama Pemerintah Kabupaten Batang Hari, kami memberikan apresiasi kepada masyarakat Kelurahan Sridadi yang terus menjaga dan melestarikan tradisi Grebeg Suro ini,” ujar Mula.
Ia menambahkan, dukungan pemerintah daerah terhadap kegiatan masyarakat merupakan bentuk motivasi agar tradisi yang memiliki nilai budaya dan keagamaan tersebut tetap berkembang.
Mula juga mengingatkan agar setiap pelaksanaan kegiatan tetap memperhatikan aspek keamanan dan kenyamanan, sehingga manfaatnya dapat dirasakan lebih luas oleh masyarakat.
“Terima kasih kepada panitia dan masyarakat yang telah bekerja keras menyukseskan kegiatan ini. Semoga tradisi seperti ini terus berjalan dan memberikan manfaat bagi masyarakat,” tutupnya (gune)
