derapjambi.com_muarabulian – Warga RT 12 Talang Inuman, Kelurahan Teratai, Kecamatan Muara Bulian, Kabupaten Batang Hari, mulai geram dengan aktivitas kendaraan pengangkut batu bara (BB) yang diduga kerap melintas di jalan kabupaten tersebut, terutama pada malam hingga larut malam.
Jalan Talang Inuman yang juga dikenal sebagai Jalan Baru itu disebut warga bukan merupakan jalur yang diperuntukkan bagi kendaraan angkutan batu bara dengan muatan berat. Namun, kendaraan tersebut masih ditemukan melintas di kawasan permukiman warga.
Kondisi tersebut membuat masyarakat merasa terganggu dan khawatir terhadap dampak yang ditimbulkan, menyangkut keselamatan pengguna jalan serta kondisi infrastruktur jalan.
Sebagai bentuk peringatan, warga RT 12 Talang Inuman secara kompak memasang spanduk di sekitar lokasi. Spanduk tersebut berisi imbauan agar kendaraan angkutan batu bara dilarang melintasi jalan tersebut.
Warga berharap keberadaan spanduk itu dapat menjadi perhatian bagi para pengemudi batu bara maupun pihak terkait agar mengindahkan aturan agar benar-benar dipatuhi.
“Sudah berulang kali kendaraan batu bara melintas, terutama saat malam hari. Kami berharap ada perhatian dan tindakan dari pihak terkait agar persoalan ini tidak terus terjadi,” ujar Mahili Ketua RT. 12 Talang Inuman
Masyarakat juga meminta instansi berwenang meningkatkan pengawasan, khususnya pada jam-jam rawan ketika kendaraan angkutan batu bara diduga melintas di kawasan tersebut.
Warga menegaskan, pemasangan spanduk dilakukan sebagai bentuk kepedulian terhadap lingkungan tempat tinggal demi keselamatan pengguna jalan, sekaligus sebagai upaya preventif agar kendaraan dengan muatan berat tidak melintas di jalur yang dilarang (gune)












